04 || Hujan bulan November
Hari ini aku berdiri di lantai tiga. rintik hujan mengenai kepalaku dengan angin yang sangat kuat. aku berharap angin dapat menampar pipiku. agar aku bisa keluar dari ekspektasi bahagia yang dibuat nya dulu.
Tuhan. Katamu waktu ketika hujan turun adalah waktu yang mustajab untuk mengabulkan doa. Bisakah aku melupakannya?
Sebenarnya itu ciuman pertamaku
Ciuman kita saat di Taman Laman Boenda
Itu juga pertama kalinya aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku dalam 19 tahun hidupku
"Love you"
Berkat kau, waktu itu pertama kalinya aku mendengar pengakuan yang mendebarkan
Aku yang tampak memiliki segalanya
Aku yang kelihatan tidak pernah menginginkan apa-apa
Kenyataannya hidupku sangat menyedihkan
Tapi berkat pria itu
Aku mulai menikmati bangun tidur, bernapas, dan hidup untuk pertama kalinya
Itulah kenapa aku memikirkannya berkali-kali
Bahkan jika aku harus kehilangan semuanya
Aku tidak boleh kehilangan laki-laki ini
Itulah keputusan yang aku buat 5 jam yang lalu
Jadi satu-satunya keinginanku sekarang
Ingin melihatmu setiap hari dan mengatakan aku mencintaimu
Aku ingin kau mengatakan kau mencintaiku dan berbagi mimpi denganku
Aku ingin mempunyai anak dan membesarkan mereka
Dan kita hidup bersama hingga tua, seperti itu.
Apakah itu mungkin?
Tere Liye bilang. "Jangan pernah jatuh cinta saat hujan. karena ketika esok lusa kamu patah hati, setiap kali hujan turun, kamu akan terkenang dengan kejadian menyakitkan itu."
tapi nyatanya terlalu banyak kenangan yang kita-aku dan kamu buat saat hujan. dan membuat ini terasa sangat patah. patah hati itu sederhana, kau tinggal meletakkan sepenuhnya kepercayaan pada sosok yang tak menganggapmu ada. lucu sekali karena kita pernah sama-sama berjanji untuk saling menemani sebelum akhirnya memilih untuk saling pergi. Apakah banyak nya persamaan kita malah menimbulkan permasalahan yang besar?
Engkau bukan lah segalaku
Bukan tempat tuk hentikan langkahku
Usai sudah semua berlalu
Biar hujan menghapus jejakmu.
Lagu ini udah aku putar sampai aku gak hitung berapa kali. Tapi kenapa aku tetap nggak bisa lupain kamu? Aku harapnya hujan nya Tanjungpinang beberapa hari ini bisa menghapus jejakmu disini. Tapi mau hujan sederas apapun sampe banjir kayak gini pun aku rasa jejak kamu tetap permanet. Masih belum hilang. Aku kayak orang bego tau lama-lama ngomong sendiri disini.
Kau hanya perlu menunggu tanpa harus mengganggu bukan? ayolah, sudah hampir setahun untuk orang yang sama. biarkan dia yang melakukannya lagi. kamu sudah berusaha sebaik mungkin menunggunya. jika memang dia yang dinamakan jodoh, maka ia akan kembali dengan cara yang mengagumkan bukan? sibukkan saja dirimu dengan tugas - tugas kuliah itu.
Akan lebih mudah melupakan jika seseorang itu tak selalu terlihat di depan mata. akan lebih mudah melupakan saat jalan yang diambil tak sama dengan orang itu. aku harus menghindar dan lari.
lari sejauh mungkin.
aku sedang malas mempertanyakan kapan datang seorang yang tepat. saat ini, aku sedang banyak menyukuri orang-orang yang disekitarku.
Nanti, kalau aku tidak lagi menuliskan perihal kamu disini, tolong bacalah bagian sebelum ini karena dulu aku pernah begitu banyak menulis tentangmu, namun tetap saja kamu pergi.
Tuhan. Katamu waktu ketika hujan turun adalah waktu yang mustajab untuk mengabulkan doa. Bisakah aku melupakannya?
Sebenarnya itu ciuman pertamaku
Ciuman kita saat di Taman Laman Boenda
Itu juga pertama kalinya aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku dalam 19 tahun hidupku
"Love you"
Berkat kau, waktu itu pertama kalinya aku mendengar pengakuan yang mendebarkan
Aku yang tampak memiliki segalanya
Aku yang kelihatan tidak pernah menginginkan apa-apa
Kenyataannya hidupku sangat menyedihkan
Tapi berkat pria itu
Aku mulai menikmati bangun tidur, bernapas, dan hidup untuk pertama kalinya
Itulah kenapa aku memikirkannya berkali-kali
Bahkan jika aku harus kehilangan semuanya
Aku tidak boleh kehilangan laki-laki ini
Itulah keputusan yang aku buat 5 jam yang lalu
Jadi satu-satunya keinginanku sekarang
Ingin melihatmu setiap hari dan mengatakan aku mencintaimu
Aku ingin kau mengatakan kau mencintaiku dan berbagi mimpi denganku
Aku ingin mempunyai anak dan membesarkan mereka
Dan kita hidup bersama hingga tua, seperti itu.
Apakah itu mungkin?
Tere Liye bilang. "Jangan pernah jatuh cinta saat hujan. karena ketika esok lusa kamu patah hati, setiap kali hujan turun, kamu akan terkenang dengan kejadian menyakitkan itu."
tapi nyatanya terlalu banyak kenangan yang kita-aku dan kamu buat saat hujan. dan membuat ini terasa sangat patah. patah hati itu sederhana, kau tinggal meletakkan sepenuhnya kepercayaan pada sosok yang tak menganggapmu ada. lucu sekali karena kita pernah sama-sama berjanji untuk saling menemani sebelum akhirnya memilih untuk saling pergi. Apakah banyak nya persamaan kita malah menimbulkan permasalahan yang besar?
Engkau bukan lah segalaku
Bukan tempat tuk hentikan langkahku
Usai sudah semua berlalu
Biar hujan menghapus jejakmu.
Lagu ini udah aku putar sampai aku gak hitung berapa kali. Tapi kenapa aku tetap nggak bisa lupain kamu? Aku harapnya hujan nya Tanjungpinang beberapa hari ini bisa menghapus jejakmu disini. Tapi mau hujan sederas apapun sampe banjir kayak gini pun aku rasa jejak kamu tetap permanet. Masih belum hilang. Aku kayak orang bego tau lama-lama ngomong sendiri disini.
Kau hanya perlu menunggu tanpa harus mengganggu bukan? ayolah, sudah hampir setahun untuk orang yang sama. biarkan dia yang melakukannya lagi. kamu sudah berusaha sebaik mungkin menunggunya. jika memang dia yang dinamakan jodoh, maka ia akan kembali dengan cara yang mengagumkan bukan? sibukkan saja dirimu dengan tugas - tugas kuliah itu.
Akan lebih mudah melupakan jika seseorang itu tak selalu terlihat di depan mata. akan lebih mudah melupakan saat jalan yang diambil tak sama dengan orang itu. aku harus menghindar dan lari.
lari sejauh mungkin.
aku sedang malas mempertanyakan kapan datang seorang yang tepat. saat ini, aku sedang banyak menyukuri orang-orang yang disekitarku.
Nanti, kalau aku tidak lagi menuliskan perihal kamu disini, tolong bacalah bagian sebelum ini karena dulu aku pernah begitu banyak menulis tentangmu, namun tetap saja kamu pergi.
Komentar
Posting Komentar