Hari raya Idul Adha dan Qurbannya


Selamat Hari Raya Idul Adha 1439 H. Nah jadi blog kali ini aku mau ceritain tentang hari Raya Idul Adha yang identik dengan penyembelihan hewan qurban. Tolong banget  ya jangan plesetin jadi qurban mantan. Mantan aja mulu yang dipikirkan. Biarkan dia bahagia dengan pilihannya okay. Baper mulu sih ah. Hahaha walaupun aku juga belum sepenuhnya moveon. Ah udah ah sebel.
          Tau gak sih kaliaan. Sapi, domba ataupun kambing yang menjadi hewan qurban juga bisa sedih tau. Iya dia sedih sampe nangis gitu. Bahkan aku juga ikutan nangis ngeliat mereka dipotong. Kan nangis lagi kan hiks hiks. Ini bukan gara-gara mantaan :’(
          Okay balik lagi. Nah pas hewan qurban mau di sembelih. Pasti disembelih sama orang yang berpengalaman dalam menyembelih dong. Baca : Tukang jagal. Pekerjaan menyembelih hewan qurban tidak banyak melibatkan orang. Untuk menjatuhkan dan mengikat hanya butuh dua orang saja. Selebihnya yaa kita cuma nonton doang. Kalopun membantu, kita bantu menjadi pemegang saja. Selebihnya. Jeng jeng jenggg. Aksi yang mendebarkan ini dilakukan oleh JAGAL. Kok aku rada-rada serem gitu ya. Oke abaikan.
          Setelah terikat kuat, sapi diposisikan kepalanya di lubang penyembelihan yang sebelumnya telah digali tanahnya. Sebagai alas bisa dipakai batang pisang. Setelah membaca doa dan takbir (biasanya pas takbir aku suka merinding sama terharu gitu), sapi disembelih. SAPI NYA DISEMBELIH Woii.. okay git lebay lebay.  Darah mengalir deras. Beberapa menit kemudian, aksi penyayatan dilangsungkan dengan sangat cepat sekali.
          Naahh kejadian uniknya pas penyembelihan. Karena ada beberapa sapi yang bakal tergilir kena sembelih sama oom jagal. Sapi yang menjadi giliran kedua buat dipotong bakal nyaksiin rekan sesama sapi-nya disebelih. Saat menggorok telah usai tiba-tiba sapi yang kedua itu terjatuh. Itu kenapa cobak kan. Orang-orang juga kaget dong. Udah dilepas ikatannya tapi sapi nya juga ga bangun-bangun. Pas diliat, ternyata dia sesenggukan, air mata nya mengalir. Mungkin nggak sih dia nangis?
          Terus kejadian itu bisa aku simpulkan gini, meskipun mereka adalah hewan, mereka juga punya hati nurani loh. Mereka ngga bakal tega ngeliat temen nya yang disembelih di depan mata mereka. Sama juga dengan manusia, cuman bedanya kadang ada juga manusia yang ngga punya hati nurani bahkan melebihi hewan. Iyaa kek mantan. ehh
          Kadang ada juga tuh kan kita ngeliat kalo sore denger berita di tv ada sapi ngamuk pra- disembelih. Menurut para ahli (dalam hal ini dokter hewan), peristiwa  kabur dan mengamuknya hewan yang akan disembelih karena mereka dibiarkan melihat (peristiwa) temennya disembelih yang pada gilirannya menyebabkan hewan-hewan tersebut stress. Tuh kan apa aku kata diatas.
          Seperti yang kita ketahui, bahwa sesungguhnya islam merupakan agama rahmatan lil ‘alamin. Kebaikan yang dipancarkan islam tidak hanya dirasakan oleh manusia, namun seluruh makhluk. Salah satu bentuk rahmat yang dipancarkan islam ialah perintah berbuat baik kepada hewan sembelihan.
          Dari sadad bin Aus, Rasulullah SAW bersabda, “sesungguhnya Allah memerintahkan agar berbuat baik terhadap segala sesuatu. Jika kalian hendak membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian hendak menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik”. Hendaklah kalian menajamkan pisaunya dan senangkanlah hewan yang akan disembelih.
          Di antara bentuk berbuat ihsan adalah tidak menampakkan pisau atau menajamkan di hadapan hewan yang akan disembelih. Dari Ibnu ‘Abbas Ra ia berkata, Rasulullah SAW mengamati seseorang yang meletakkan kakinya di atas pipi (sisi) kambing dalam keadaan ia mengasah pisaunya, sedangkan kambing itu memandang kepadanya. Lantas nabi berkata, ”apakah sebelum ini kamu hendak mematikannya dengan beberapa kali kematian? Hendaklah pisaumu sudah diasah sebelum engkau membaringkannya”.
          Berdasarkan dalil-dalil yang ada maka dapat kita ambil pelajaran sebagai berikut:
1.   Jagal dianjurkan untuk menajamkan pisau yang akan digunakan untuk menyembelih.
2.   Jagal hendaknya menyembunyikan pisau atau golok yang dipakai untuk menyembelih dari hewan qurban.
3.   Ketika proses penyembelihan, jangan sampai hewan qurban lain melihatnya.
4.   Tidak menyakiti hewan sebelum nyawanya benar-benar hilang.
***
Oh iya aku punya artikel menarik juga tentang qurban. Sebuah penelitian menunjukkan jawaban yang mengejutkan bahwa binatang yang disembelih secara syariat islam (menggunakan pisau dan tanpa proses pemingsanan) tidak merasakan sakit. Sedangkan menyembelih metode barat dengan pemingsanan/dipukul kepalanya akan merasakan sakit ketika disembelih. Yaiyalah itu mah caranya engga berperike-binatangan tong. Kan sedih lagi hiks hiks.
Dalam syariat islam penyembelihan dilakukan dengan pisau yang tajam, dengan memotong 3 saluran pada leher, yaitu saluran makan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah yaitu arteri karotiss dan vena jugularis. Jenis daging dari hasil sembelihan semacam ini menghasilkan daging yang sehat karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal.
Kalo pake metode pemingsanan. Sapi dengan mudah bisa disembelih tanpa meronta-ronta. Tapi, darah yang keluar hanya sedikit. Darah tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itupun membeku di dalam urat/pembuluh darah dalam daging sehingga menghasilkan daging yang tidak sehat.
Meronta-ronta dan meregangkan otot pada saat hewan qurban disembelih ternyata bukannya ekspresi rasa sakit. Sangat jauh berbeda dugaan kita sebelumnya. Bahkan mungkin sudah lazim menjadi keyakinan kita bersama, bahwa setiap darah yang keluar dari anggota tubuh yang terluka pastilah disertai rasa sakit dan nyeri. Terlebih lagi yang terluka adalah bagian leher dengan luka terbuka yang menganga lebar.
Hasil penelitian Prof Schultz dan Dr Hazim justru membuktikan pisau tajam yang mengiris leher ternyata tidaklah “menyentuh” saraf rasa sakit.
Oleh karena itu, keduanya menyimpulkan kalo sapi yang meronta-ronta dan merenggangkan otot itu bukan ekspresi sakit, tapi ekspresi “keterkejutan otot dan saraf” yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras. Nah berarti jelas dong ya penyembelihan secara syariat islam ternyata lebih baik, apalagi ditambahkan dengan menajamkan pisau ketika ingin menyembelih.
Baiklah itu saja blog gita hari ini. Apabila ada kesalahan dalam penyampaian mohon dibukakan pintu maaf nya ya. Aku mau masak daging Qurban dulu. Dapet kupon dari ibu kost tadi wkwkwkw. Pas dapet daging langsung bingung ini daging mau diapain coba. Langsung nelfon emak buat minta resep.
Happy Eid Adha ya mas yang pulang KKN hari ini :’)


Sumber:
putrapenanggungan.blogspot.com/sapi-pun-bisa-sedih


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer