Aku membaca;
Saya itu pernah suka membaca novel pada jamannya. 2012, 2013 maybe, sampe kira-kira setelah 2026 lamanya saya menemukan buku tulisan tangan sendiri yang berisi penggalan kalimat dari novel yang menurut saya indah. karena buku museum ini mungkin akan semakin usang jika saya biarkan, jadi akan saya tulis disini saja. Jika ada yang tau ini tulisan di novel apa, jangan ragu untuk tulis di kolom komentar. selamat membaca!
Orang
berilmu & beradap tidak akan diam dikampung halaman
Tinggalkan
negerimu dan merantaulah ke negeri orang
mantaulah,
kau akan mendapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
berlelah-lelahlah,
manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku
melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
jika
mengalir menjadi jernih. Jika tidak kan keruh menggenang
Singa
jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
anak
panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Jika
matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
tentu
manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas
bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu
gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika didalam hutan;
Berlelah-lelahlah,
manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang;
Kuliah
bukan hanya “sekedar cari IP”. IP memang penting, tapi yang lebih penting lagi
adalah bagaimana kita mengasah kualitas diri dari bangku kuliah ini. Penelitian
di Amerika bilang, IP itu nomor 17 dari 20 kualitas yang dianggap penting bagi
seseorang lulusan universitas.
1.
Yang paling penting
itu adalah kemampuan nggak terlihat yang diperlukan untuk menjadi sukses,
misalnya kemampuan bekerja sama, motivasi, kemampuan berorganisasi, percaya
diri, kepribadian yang ramah, integritas, dll.
2.
Yang paling penting
lagi kemampuan organisasi
Mau sepintar apa pun, kalau
kita tidak mampu berkomunikasi dengan baik, nihil!
Kita punya ide brillian tapi
tidak mampu mengomunikasikan dengan baik, maka tidak akan ada yang menganggap
ide kamu itu sebagai ide yang brilian.
Kuliah
itu investasi masa depan kita. Makanya perlu tujuan dan perencanaan yang jelas;
Tidak
menggunakan jarimu untuk menunjuk dan menyalahkan orang lain, “putuskan rantai
dendam yang ada di dalam diri kamu”. Aku ikhlaskan dirimu, duhai masalaluku.
Aku makamkan engkau bersama kesedihan, keputusasaan, kekecewaan dan semuanya
yang membuat aku nestapa;
PALUGADA.
“Apa yang lo butuh gue ada”
Mau cari
apa saja bisa. “Kata bisa” seolah menjadi kata sakti untuk kami. Hal itulah
yang kemudian menstimulus pikiran kami untuk bisa mengerjakan apa saja, dengan
satu alasan untuk bernapas;
Semua
orang pasti tau angka 10 adalah angka tertinggi tapi buat aku. 9 itu adalah
angka yang pas buat diri aku melambangkan betapa bernilai dan berharganya
sesuatu itu buat aku. Angka itu berada diatas rata-rata, tapi masih menyisakan
satu ruang untuk terus mencapai kesempurnaan. Angka 9 masih akan terus mencari
perbaikan diri untuk menjadi 10. Itu yang akan membuatnya terus bergerak,
melakukan hal yang lebih baikdiri waktu ke waktu.
Dari
bentuknya, buat aku angka 9 lebih menawan. Kalau diperhatikan angka 8 itu
membuat 2 bulatan yang tertutup. Sementara angka 9, sebagian atasnya lingkaran
yang menurut aku itu adalah ruang pribadi bagi setiap orang. Seperti sebuah
tempat untuk menyimpan keyakinan yang tidak akan terganggu. Sementara buntut
dibawahnya adalah ruang terbuka, tempat orang bisa mengasah dirinya untuk
menerima wawasan dan pengetahuan baru. Serta akhirnya membuat dirinya terus
menerus termotivasi untuk lebih baik lagi;
Man Shabara Zhafira, siapa
yang bersabar akan beruntung
Jangan
risaukan penderitaan hari ini, jalani saja dan lihatlah apa yang akan terjadi
di depan, menjadi manusia yang telah menemukan misinya dalam hidup;
Apa yang
membuat orang sukses berbeda dengan orang biasa?
Ada dua
hal yang paling penting dalam mempersiapkan diri untuk menjadi suskes, yaitu going to extra miles. Tidak menyerah
denga rata-rata. Kalau orang belajar 1 jam, dia akan belajar 5 jam. Kalau orang
berlari 2 kilo meter, dia akan berlari 3 kilo meter. Kalo orang menyerah di
detik ke 10, dia tidak akan menyerah sampai detik ke 20. Selalu berusaha
meningkatkan diri lebih dari orang biasa.
Resep
lainnya adalah tidak pernah mengizinkan diri kalian dipengaruhi oleh unsur di
luar diri kalian. Oleh siapapun, apapun dan suasana bagaimanapun. Artinya
jangan mau sedih, marah, kecewa, takut karena ada faktor luar. Kalianlah yang
berkuasa terhadap diri kalian sendiri, jangan serahkan kekuasaan kepada orang
lain. Orang boleh menodong senapan, tapi kalian punya pilihan untuk takut atau
tetap tegar. Kalian punya pilihan dilapisi diri kalian paling dalam dan itu
tidak ada hubungannya dengan pengaruh luar;
Betapa
hal kecil yang dilakukan seseorang bisa memberikan dampak yang besar bagi orang
lain. Aksi tidak selalu sama dengan reaksi. Hukum energy itu tidak berlaku
untuk masalah hati. Ketika seseorang merasa apa yang ia lakukan adalah hal yang
biasa saja, orang tersebut tidak pernah tau bahwa hasil dari apa yang ia
lakukan memberikan efek yang begitu membekas di diri orang lain;
Salah
satu hal paling percuma yang pernah dilakukan manusia adalah mencoba berlari
dari kenangannya sendiri. Kenangan adalah benda yang diam (jika ia bisa disebut
sebagai benda), tidak bergerak dan menetap seperti guci disudut rumah yang
tidak berpenghuni. Bisu dan angker. Ia menentang hokum waktu yang selalu
bergerak. Ia tidak berubah bentuk. Ia terbingkai dan bingkainya ikut abadi
bersamanya. Ia tidak bisa dihapus. Ia tidak berubah. Ia tidak bisa diapakan
selain diterima sebagai bagian dari sejarah dan riwayat seseorang;
Lebih
jauh lagi, gue ga percaya pada kebetulan. Gue lebih percaya pada pertemuan yang
direncakana diam-diam. Masing-masing dari kita punya garis kehidupan yang telah
digambarkan dan masing-masing kita, kalau diizinkan, akan saling bersinggungan.
Dan
sesimpel itu, begitulah dua orang bisa bertemu dan jatuh cinta;
Kangen
itu salah satu perasaan yang paling mengganggu tapi sekaligus paling
menyenangkan, dam seandainya kangen itu digaji, mungkin gue sudah jadi jutawan;
Entah
mengapa, Tuhan menciptakan otak manusia begitu mudah melupakan hal yang indah, tetapi
begitu sulit untuk sedikit saja melupakan musibah. Bukankah hal yang indah
lebih layak untuk diingat dari pada hal yang membuat hati berkarat;
Manjadda wajada :
siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses
Man shabara zhafira :
siapa yang bersabar akan beruntung
Man sara ala darbi washala : siapa yang berjalan dijalannya akan sampai ke tujuan;
Hidupku
selama ini membuat aku insyaf untuk menjinakkan badai hidup. Mantra “Man jadda”
saja ternyata tidak cukup sakti. Antara sungguh-sungguh dan sukses itu tidak
bersebelahan, tapi ada jarak. Jarak ini bisa hanya satu sentimeter, tapi bisa
juga ribuan kilometer. Jarak ini bisa ditempuh dalam hitungan detik, tapi juga
bisa puluhan tahun.
Jarak
antara sungguh-sungguh dan sukses hanya bisa diisi dengan sabar. Sabar yang
aktif, sabar yang bisa membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Bahkan seakan-akan itu sebuah keajaiban dan keberuntungan. Padahal
keberuntungan adalah hasil kerja keras, dia dan sabar yang berlebih-lebih.
Bagaimanapun
tingginya impian, dia tetap wajib dibela habis-habisan walau hidup sudah dikandung
nestapa akut. Hanya dengan sungguh-sungguhlah jalan sukses terbuka. Tapi hanya
dengan sabarlah takdir itu terkuak menjadi nyata. Sabar itu awalnya terasa
pahit, tetapi akhirnya lebih manis daripada madu, dan Alhamdulillah, aku sudah
meneguk madu itu, Man shabara zhafira. Siapa yang sabar akan beruntung;
Iza shadaqal azmu wadaha sabil, (kalau ada kemauan, maka terbukalah jalan)
Lan tarji’ ayyamullati madhat, (tidak akan kembari hari hari yang telah berlalu)
Komentar
Posting Komentar