Cerpen (Tamat)
Assalamualaikum Wr.Wb. Hallo semua! Selamat datang di blog saya. ini adalah postingan pertama dan perdana bangett. Sebenarnya ini blog uda lama di buat. Waktu aku masih SMA dan dibuat karna tugas dari guru. Bayangin jaman itu tahun 2015 dan baru ngepost 2017. Lama banget yaak, dan ini cerpen uda lamaa banget disimpan di draaft gak di post.
kali ini saya akan memposting sebuah cerpen. Cerpen ini terinspirasi setelah baca novel nya kak Raditya Dika hehehe. jadi ada beberapa kata yang saya kutip dari novelnya kak Raditya Dika. mudah-mudahan bermanfaat untuk menghilangkan stress dan bisa bernostalgia. Selamat Membaca!!
kali ini saya akan memposting sebuah cerpen. Cerpen ini terinspirasi setelah baca novel nya kak Raditya Dika hehehe. jadi ada beberapa kata yang saya kutip dari novelnya kak Raditya Dika. mudah-mudahan bermanfaat untuk menghilangkan stress dan bisa bernostalgia. Selamat Membaca!!
***
Jatuh Cinta Diam -
diam
Tidak semendung biasanya. kota itu sedang cerah. sangat cerah
sekali. Hari itu Vina sedang bersiap-siap pergi kesekolah. sekitar 10 menit
kemudian gadis itu pergi dengan menaiki angkot yang biasa ia naiki. Vina berada
di dalam angkot yang sopirnya itu memutarkan lagu-lagu DJ. entah kenapa Vina
sedikit rileks mendengarkannya.
"Udah masuk belum ya.. huh takut telat". Vina
mengetuk-ngetuk paha dengan bukunya. matanya menyimak pemandangan dari jendela.
Ia tidak bisa jauh-jauh dari jendela karena ia sedikit mabuk darat.
"Sabar Vin, nih rada-rada macet karena banyak motor.
perjalanan yang penting selamat". tiba-tiba saja seorang cewe menceletuk.
Ah Anita mengagetkannya. Temen satu kelas Vina yang sangat ramah. Vina hanya
membalas dengan satu senyuman yang tersungging diwajahnya.
Vina memalingkan kepala melihat jalan. angkot berhenti
di tepi jalan tanda ada penumpang mau naik. Disebelah angkot yang Vina
tumpangi, ada motor yang lewat. motor itu terdiri dari 2 orang. didepannya ada
seorang laki-laki. dibelakangnya duduk seorang perempuan. mereka memakai baju
seragam SMA. sesekali mereka tertawa bersama. Vina tersenyum miris.
***
"Ma haaza? tanpa ba-bi-bu, pak Malik langsung berteriak
nyaring di depan kelas. intonasinya bertanya. tangan kirinya memegang buku,
jari kanannya menunjuk ke tangan kirinya. sedangkan Vina dan teman sekelasnya
terbengong kaget.
"Haaza kitabun"; telunjuk kanannya menunjuk buku
yang dipegang tangan kirinya itu. semua celingukan dan diam. lalu dengan
gerakan tangan, ia mengisyaratkan untuk bersama-sama mengulang apa yang
disebutkannya tadi dengan keras.
"Quuluu jamaaatan.. maa haaza? haaza kitaabun".
bagaikan koor semuanya mengikuti kalimat ini. berulang-ulang walau belum yakin
benar artinya lalu secara acak dia mengulangi pertanyaan kepada beberapa
murid,dan siapa yang ditanya harus menjawab dengan jawaban nyaring dan jelas.
Ya dia adalah guru B.Arab disekolah Vina. Sekolah Vina yang
bernama Madrasah Tsanawiyah Negeri ini adalah sekolah dimana pelajarannya juga
memuat tentang agama selain pelajaran umum. sekolah yang setingkat dengan
bangku SLTP ini mempelajari pelajaran agama islam yang telah disusun bagiannya
masing-masing. seperti Alquran Hadist, Aqidah Akhlaq, B. arab, SKI (Sejarah
kebudayaan islam), kaligrafi dan juga ada Tausiyah yang dilaksanakan pada pagi
hari.
Pak Malik ini selain guru B.arab juga guru yang ditakuti para
siswa karena guru yang terkiller banget. dilihat dari metode ia mengajar dengan
sistem hukuman jika ada siswa yang tidak membuat tugas atau tidak menghafal
mufradat (kosa kata B.arab) yang diajarkan. biasanya hukuman yang diberikan pak
Malik bisa membuat anak-anak yang malas menjadi lebih rajin.
Teng...
Teng...Teng.
Bel berbunyi. pelajaran B.arab kali ini pun selesai. Vina
sedikit berlari untuk membeli makanan ringan kesukaannya.
"Pak saya beli Coklat nya lima ya pak". dengan
sigap si pemilik warung memasukan makanannya kedalam kantong lalu
menyerahkannya ke Vina.
"Tak paskan beli enam dek?" kata si pemilikwarung
tiba-tiba bertanya.
"hah?"
"tak mau beli empat aja dek, kata orang lima tuh ganjil.
mending enam sekalian biar ada pasangannya".
Ahh akal-akalan saja pedagang ini, Vina menyembunyikan tawa
kecilnya.
"Tidak pak, terima kasih, lima saja". lalu Vina
membayar dan kembali ke kelasnya.Vina mencoba rileks dan santai. ia mengambil
cemilan nya dan botol airnya.
Hari ini adalah hari terakhir ia belajar karena bulan suci
Ramadhan akan tiba. Malam ini akan ada solat terawih.
"Bakal seru nih bisa tadarus sama teman-teman".
Begitu pikirnya dalam hati. Bel kembali membunyikan suara
pertanda pelajaran akan di mulai kembali.
***
Malam ini di Mushola sudah ramai orang-orang berdatangan.
Mulai dari dewasa, remaja sampai anak-anak ikut dalam melaksanakan solat
tarawih ini. Maklum hari pertama memang selalu ramai jama'ah nya. Anak-anak
remaja disana cukup ramai di komplek tempat Vina tinggal. Mereka semua setelah
sholat terawih akan bertadarus sampai akhir bulan ramadhan. Sehingga sepanjang
malam bulan ramadhan akan selalu terdengar suara lantunan ayat suci Al-quran.
Pada malam itu, Vina memperhatian seorang laki-laki yang ikut
bertadarus bersama mereka. suara nya sangat merdu. Vina tidak mengenali
laki-laki itu. Namun ia mengagumi suara nya.
"Siapa laki-laki itu? Apakah ada tetangga baru
disini?" gumam Vina dalam hati.
"Sssstt Vinn. Jangan perhatiin terus ah. ntar kamu jatuh
cinta loh!". Bentak Tasya tiba-tiba.
"Ih mana ada. aku pikir dia anak tetangga baru".
Jawab Vina
"Enggak lah. Itu kak Fahmi. Dia itu kakak kelas tau. dia
anak SMAN 3 kelas 3. kamu naksir ya. Cieee" tanya Tasya dengan mengejek.
Membuat Vina bersemu merah merona di wajah nya. Namun Vina
hanya menggeleng pelan dan tertunduk malu. jantung nya berdebar tak karuan.
Vina sedang jatuh cinta pada pandangan pertama.
Hari-hari berikut nya Vina selalu memperhatikan kak Fahmi di
Mushola. Ia menjadi Muadzin. Juga terkadang jadi perceramah. Dan dia juga
selalu ikut bertadarus bersama Vina dan kawan-kawan. suara khas nya selalu Vina
tunggu. pernah saat suara azan isya berkumandang. vina yang masih memakan menu
buka puasa nya akan cepat-cepat berlari keluar rumah agar dapat mendengarkan suara
azan nya kak Fahmi dengan jelas. mungkin kejadian seperti ini disebut jatuh
cinta diam-diam.
"Orang yang jatuh cinta diam-diam tahu dengan detail
semua informasi orang yang ia taksir, walaupun mereka belum pernah ngobrol
ataupun berkenalan".
Vina sedikit demi sedikit tahu tentang kak Fahmi. Tasya
senantiasa akan memberikan semua informasi yang ia dapatkan. Mulai dari hal-hal
yang kecil. Vina tau Kak Fahmi anak tunggal dari keluarga yang sederhana. Ia
menernakkan sapi papa nya Tasya. Vina tahu kak Fahmi anak SMAN 3 kelas 3
sekarang. ia juara umum di SMA nya. Dan aktif berorganisasi pramuka. Vina hanya
ingin berkenalan dengan orang yang ia suka. Berawal dari kekaguman yang besar
dan rasa keingintahuan yang besar. Akhirnya Vina jatuh cinta diam-diam dengan
kak Fahmi.
"Orang yang jatuh cinta diam-diam selalu bertingkah
seperti seorang penguntit". Setiap malam sekitar jam 7 malam. Vina selalu
melirik ke arah Mushola agar bisa melihat kak Fahmi datang.
Disaat sedang tadarus. Vina akan duduk bersama teman-teman
nya untuk menyimak bacaan Al-quran. Vina tau kak fahmi akan duduk di depan nya
sambil menyimak Al-quran. Dan tak lama kemudian Vina dan kak Fahmi selalu
berpapasan mata. Vina kemudian akan tertunduk malu dan sangat bahagia.
Disitulah moment Vina merasa dekat dengan nya. Walau hanya sesekali.
"Seperti yang di tulis oleh Oscar Wilde : seperti 2
kapal yang berpapasan sewaktu badai. Kita telah bersilang jalan satu sama lain,
tapi kita tidak membuat sinyal. kita tidak mengucapkan sepatah kata pun, kita
tidak punya apapun untuk di katakan"
Dramatis
sekali. Vina tersenyum. sampai pada akhirnya Vina memberanikan diri untuk
menghubungi kak Fahmi.
"Assalamualaikun kak". Sapa Vina di sms
"Waalakumussalam, ini siapa ya?"
"Ini Vina kak. yang ikut tadarus di mushola setiap malam
bersama kakak". Jawab Vina.
"Vina mana ya, kakak tidak memperhatikan kamu".
Sampai sini vina merasa kak fahmi tidak memperhatikan dia.
Dan ternyata kak fahmi juga tidak mengenal vina. Padahal tiap malam selalu
mengaji bersama. Kebayang gak sih begitu cuek nya kak fahmi sama lingkungan.
Agak sebel sih. Namun vina tidak menyerah. walaupun begitu vina berharap agar
bisa dekat dengan nya suatu hari nanti.
***
🎵
ketika kau tertawa
ku pandang dengan pasti, oh dirimu menarik hatiku..
dan
biarkan ku menatap mu. Dengan perasaanku yang menggebu tiada henti..
🎶
andaikan engkau mengerti. Perasaanku saat ini namun engkau tak mengerti itu..
🎵
aku memujamu disini. Yang yang tak engkau kenali. Sedikitpun sepercikpun itu...
andaikan
engkau mengerti. Perasaan ku saat ini. Namun engkau tak mengerti itu..
menyusuri
ruang hatimu yang ku coba tak dapat ku sentuh. Semua ini hanyalah angan-angan
ku yang terlalu jauh.. 🎵
Seseorang pernah berkata bahwa, ketika bahagia kita hanya
mendengarkan musik dari sebuah lagu. Tapi ketika kita sedang bersedih. Kita
akan mencermati lirik nya seakan-akan lagu itu mengerti dengan apa yang kita
rasakan.
Bulan Ramadhan akan segera berakhir sebentar lagi. tak terasa
sudah hampir sebulan ia berkenalan dengan laki-laki itu. Laki-laki yang membuat
ia jatuh hati untuk pertama kali nya. Laki-laki yang membuat hati nya melambung
keatas lalu tiba-tiba akan jatuh kebawah bertemu dengan realita yang
sebenarnya.
Vina mengambil guling dan memeluknya. Dingin udara di luar
akibat hujan yang tak kunjung reda. Vina kali ini tidak menyukai hujan.
Semuanya menjadi tiba-tiba sendu. Sebab setiap hujan turun, tidak satu pun
orang yang merasakan gembira. Seolah-olah hari ini berakhir dan besok tak
pernah datang lagi. mungkin kali ini vina setuju dengan kata-kata itu. Sebab
suasana hati vina sedang tidak baik.
Dear
dairy..
aku
sedih sekali hari ini. Sebentar lagi lebaran akan tiba. Tapi rasanya aku tak
bahagia seperti biasanya. Aku masih ingin kembali lagi bertadarus bersama nya.
Aku mau mengulang semua nya lagi. Tapi kenapa rasanya sakit sekali.
aku
retak oleh sedikit keberuntungan yang ku terima. bersamanya dalam kesebentaran.
Lain kali aku tak mau berharap lagi..
"Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya selalu
melamun dengan tidak pasti. Memandang waktu yang berjalan dengan sangat cepat
dan pastinya orang yang jatuh cinta diam-diam harus bisa melanjutkan hidup nya
dalam keheningan lagi".
Cepat atau lambat move on lah jalan terbaik nya. Vina
harus menjalani hari-hari sendiri nya tanpa ada jutaan harapan yang ia pupuk
untuk bisa dekat dengan nya. Vina cuma bisa mendoakan kak fahmi setelah capek
berharap. pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali
saat pandangan pertama hingga makin lama makin besar. Lalu semakin lama semakin
jauh. Vina akhirnya menerima. Menerima kenyataan yang terkadang berbeda dengan
apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita
sesungguhnya kita butuhkan dan sebenarnya yang kita butuhkan hanyalah
kerelaaan.
"Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa seperti
yang mereka selalu lakukan. Jatuh cinta sendirian".
***
"Mohon maaf lahir batin ma pa". Ucap vina saat
sungkeman. Tradisi keluarga kalau hari raya idul fitri. sepupu-sepupu vina
banyak yang datang kerumah vina. Berkumpul bersama keluarga besar ceritanya.
banyak yang mengabadikan moment bersama keluarga dengan berfoto bersama.
Vina yang sedari tadi ingin makan cemilan favoritnya akhirnya
dapat memakan nya juga. Saat iya mengunyah kue nya, tiba-tiba ia teringat kata
pedagang penjual sebulan yang lalu. Pedagang itu menawarkan vina untuk membeli
enam ketimbang lima. Supaya genap dan ada pasangan nya katanya. Tentu saja itu
hanya trik pedagang agar dia membeli lagi. Namun, jika di pikirkan lagi. Ada
sebuah pesan yang ingin di sampaikan oleh pedagang itu. Yang kemudian di
terjemahkan Vina sebagai sebuah pertanyaan. Haruskah genap untuk menjadi
lengkap? mengapa ganjil tidak bisa memenuhi?
Untuk saat ini Vina memang belum menemukan seseorang. Cerita
lama nya dengan orang itu hanya jadi kenangan. Cukup hanya vina dan buku diary
nya yang tau perasaan nya dengan kak fahmi, dan sekarang vina masih memilih
untuk sendiri. Vina tidak ingin di repotkan oleh urusan patah hati dan
pertikaian perasaan. Ia takut untuk memulai. Dan ia tidak tau kapan ia ingin
memulai.
_Tamat
Komentar
Posting Komentar